Logo OPTK 2020 (Panitia/PPI)

Poltekesos, Journal367 — Olimpiade Perguruan Tinggi Kedinasan (OPTK) 2020 sudah resmi dimulai. Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung dari bidang keolahragaan banyak yang dikerahkan untuk membawa nama baik dalam ajang tahunan tersebut. Namun di tahun 2020 ini, ada beberapa cabang olahraga (cabor) yang tidak dipertandingkan yaitu biliar, tenis lapangan, sepak takraw, wall climbing, dan bulutangkis nomor ganda putri.

Saat dilakukan technical meeting di Politeknik Pembangunan Pertanian (Polbangtan) Bogor, alasan penghapusan beberapa cabor tersebut adalah karena sepi peminat di tahun sebelumnya, tetapi panitia tidak dapat menunjukkan kejelasan buktinya ketika dimintai bukti. Alasan lain dari pihak penyelenggara adalah untuk efiesiensi waktu. Tetapi alasan tersebut dirasa kurang valid dan itu hanyalah alasan dari pihak panitia untuk penghapusan cabor.

“Akhirnya kita diminta melanjutkan pembahasan di grup dengan beberapa suara juga dari kampus kedinasan lainnya. Hasil diskusi akhirnya nomor perlombaan basket putri, voli putri, dan tenis meja single putra putri diadakan untuk OPTK 2020,” ungkap Albaari Rahman selaku Ketua Kontingen Poltekesos Bandung OPTK 2020.

Selanjutnya alasan batalnya cabor biliar, tenis lapangan, dan sepak takraw adalah karena lokasinya yang cukup jauh dan akses yang sulit dikhawatirkan peserta terkena kemacetan lalu kemudian tidak dapat hadir, sehingga harus didiskualifikasi. Untuk wall climbing di Polbangtan sendiri tersedia tetapi menurut UKM Pecinta Alam Polbangtan jika digunakan untuk OPTK harus diperbaiki dan itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit yaitu kurang lebih 120 juta rupiah dan jika tetap diadakan akan menambah biaya pendaftaran.

“Kita udah latihan dari awal Januari bahkan setiap minggu dari latian fisik, teknik sampai mengadakan sparing dengan beberapa UKM dan Klub Tenis Lapangan. Kita jujur kecewa pas tau cabor tenis lapangan ngga ada di OPTK bukan cuma kita tapi pelatih dan pembina juga, padahal dari tahun ke tahun pasti ada. Tapi dari pelatih ngasih semangat ke kita siapa tau ada yang lebih baik di depan ambil hikmahnya berarti kita suruh latian dulu setaun jadi nanti pas ada cabor tenis lapangan di OPTK 2021 kita udah siap,” jelas Ayu.

Ayu juga mengungkapkan harapannya untuk OPTK 2021 cabor tenis lapangan kembali diadakan karena semakin banyak cabor semakin banyak pula potensi non akademik yang dikembangkan. Untuk saat ini, UKM Tenis Lapangan dalam waktu terdekat sedang mempersiapkan Tenis Lapangan Cup yang diadakan oleh Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) yang pesertanya bukan hanya dari kampus kedinasan saja tetapi juga dari universitas. 

Tanggapan lain muncul dari Fadel Adam yang menjadi anggota dari cabor biliar. “Sebenarnya ga masuk akal alasan penghapusan cabor biliar, banyak sekali solusi sebenarnya kalau memang mau diusahakan,” ungkap Fadel.

Fadel juga berpendapat mengenai dihapusnya cabor biliar. Pertama, dari Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) pun padahal akan membantu jika mengetahui billiar salah satu cabor dalam ajang tahunan nasional OPTK, bisa dikatakan dari pihak panitia pun belum ada koordinasi dengan POBSI terkait kendala yang mereka alami. Kedua, Fadel sudah pernah mengecek venue biliar di Tangerang yang mana sangat banyak dan variatif harganya . Masalah jarak venue sebenarnya tidak menjadi masalah bagi atlet. Ketiga, menurutnya yang paling mengecewakan yaitu rekomendasi tempat menginap dari Politeknik Penerbangan Indonesia (PPI) jaraknya 11 km dari kampus PPI sedangkan jarak dengan venue biliar hanya 1 km. 

“Anak-anak UKM Biliar tentunya sedih tidak bisa ikut berpartisipasi dalam OPTK dan meminta maaf belum bisa menyumbangkan medali untuk Poltekesos tahun ini,” tambah Fadel.Meskipun demikian Fadel memiliki harapan untuk OPTK tahun ini, semoga semua cabor bisa menyumbangkan medali dan tetap menjaga semangat serta sportifitas dalam bertanding.

UKM Bulutangkis pun ikut menelan rasa kecewa, pasalnya nomor ganda putri ditiadakan dalam OPTK tahun ini. Padahal Poltekesos Bandung telah menyiapkan empat atlet yang akan dikerahkan, salah satunya adalah Dina Sofia Az Zahra kelas 1B Lindayasos yang akan mengikuti nomor pertandingan ganda putri.

Namun, saat H-7 kepastian mengenai keikutsertaan OPTK masih belum ada, dikarenakan panitia belum memberikan informasi yang jelas. Hal ini menyebabkan kebingungan bagi atlet nomor pertandingan ganda putri. Hingga 21 Februari 2020, pihak tuan rumah memberikan informasi meniadakan nomor pertandingan ganda putri.

Meskipun pelatih dan anggota UKM bulutangkis menyayangkan pembatalan tersebut, namun dukungan tetap diberikan bagi atlet yang terpilih. Harapannya, semoga para atlet yang terpilih dan berkesempatan untuk bertanding mendapatkan hasil yang terbaik dan dapat mengharumkan nama Poltekesos Bandung.

 

Reporter : Alfina dan Vira
Editor: Destalia