Poster puncak perayaan Hari Pekerjaan Sosial Sedunia (IFSW)

Puncak perayaan Hari Pekerjaan Sosial Sedunia atau World Social Work Day (WSWD) tahun 2020 jatuh pada hari ini tanggal 17 Maret. Penetapan waktu penyelenggaraan World Social Work Day (WSWD) setiap tahun diperingati pada minggu ketiga di bulan Maret. Penetapan waktu ditetapkan bersama oleh International Federation of Social Workers (IFSW), International Association of School of Social Work (IASSW), dan United Nations (UN) sejak tahun 1983. Perayaan hari pekerjaan sosial sedunia yang ke-37 ini bersamaan dengan maraknya penyebaran virus COVID-19 (Corona) di berbagai dunia. Sehingga organisasi-organisasi yang menaungi pekerjaan sosial harus menyesuaikan dengan situasi dunia saat ini.

Sebut saja IFSW, melakukan perubahan pada poster perayaan hari pekerja sosial sedunia yang sebelumnya menggambarkan jabat tangan, kini menjadi dua orang berhadapan menundukkan kepala yang menunjukkan pentingnya hubungan manusia dengan non-touch simbolisme. Selain itu, Ikatan Pekerja Sosial Profesional Indonesia (IPSPI) sebagai organisasi profesi pekerja sosial di Indonesia membatalkan rencana penyelenggaraan puncak perayaan hari pekerjaan sosial yang dipusatkan di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI. Rencananya kegiatan tersebut akan dilaksanakan tanggal 17 Maret ini. Menanggapi situasi dunia saat ini, IFSW juga memuat berita bagaimana pekerja sosial menanggapi COVID-19.

Perubahan Poster World Social Work Day (WSWD)

IFSW telah mengubah poster puncak perayaan hari pekerjaan sosial sedunia. Versi sebelumnya dibuat tahun lalu yang menggambarkan jabat tangan. Dalam situasi saat ini dengan virus COVID-19, IFSW telah mengubah poster menjadi dua orang berhadapan menundukkan kepala yang menunjukkan pentingnya hubungan manusia dengan non-touch simbolisme. Ini mencerminkan perubahan pekerjaan sosial yang cepat diadaptasi dalam praktik di banyak negara.

Masih dengan tema yang sama dari poster sebelumnya, “Mempromosikan Pentingnya Hubungan Manusia” (Promoting The Importance of Human Relationship), ini adalah tema keempat dan terakhir dari 2010-2020 Agenda Global untuk Pekerjaan Sosial dan Pembangunan Sosial. Tema ini didirikan untuk membangun fokus internasional pada saling ketergantungan orang dan perlunya perubahan dalam kebijakan dan pelayanan sosial. Tema ini juga untuk membuktikan bagaimana pekerja sosial dapat berpartisipasi penuh bersama dengan para profesional lain untuk saling membantu dan melayani dunia.

Batalnya Penyelanggaraan Puncak Perayaan WSWD oleh IPSPI

IPSPI membatalkan rencana penyelenggaraan puncak perayaan hari pekerjaan sosial sedunia yang setiap tahun di bulan Maret selalu diselenggarakan dan dipusatkan di Jakarta. Tahun ini rencananya penyelenggaraan akan dilakukan pada tanggal 17 Maret di Gedung Aneka Bhakti Kementerian Sosial RI dengan berbagai acara, salah satunya seminar internasional. Namun, karena dampak dari virus COVID-19 dan imbauan dari IFSW, dengan terpaksa IPSPI membatalkan acara tersebut.

Bagaimana Pekerja Sosial Menanggapi COVID-19

Dilansir dari laman IFSW dengan berita yang berjudul “Updated Information on IFSW and The Covid 19 Virus” bahwa di banyak negara, pekerja sosial mendukung masyarakat yang terkena dampak atau takut terhadap virus COVID-19. Pekerja sosial memiliki peran penting dalam memerangi penyebaran virus dan mendukung masyarakat yang terkena dampak virus.

Wakil ketua Asosiasi Pekerja Sosial Indonesia, Maykel Ifan, dalam artikelnya “Covid-19: The Uninvited Guest on The Month of Social Work” menuliskan bahwa pekerja sosial harus melawan rasa takut terhadap situasi saat ini dengan memberantas hoax, memberitahukan untuk melakukan pembatasan sosial, menjaga sanitasi tubuh, menggunakan peralatan yang aman, isolasi diri, melakukan pemeriksaan kesehatan, dan menjaga etika kesehatan ketika bertemu orang.

Ifan menambahkan bahwa pekerja sosial diharapkan untuk terlibat dalam advokasi bersama dengan para profesional lain dalam merencanakan protokol keselamatan untuk menenangkan kekhawatiran masyarakat. Setidaknya beberapa peran pekerja sosial adalah untuk: (1) memastikan daftar perencanaan dan respons bencana bagi yang rentan (lansia, ibu menyusui atau hamil, orang-orang cacat, dan anak-anak); (2) mengorganisir masyarakat untuk memastikan ketersediaan kebutuhan dasar; (3) merencanakan protokol standar jika ada orang di lingkungan yang terinfeksi oleh Virus; (4) pekerja sosial dapat mengatur pola komunikasi strategis (online / telepon) kepada orang-orang yang terisolasi untuk memberikan konsultasi dalam rangka menenangkan mereka selama proses isolasi; dan (5) pekerja sosial bersama dengan para profesional lain untuk memberikan dukungan psikososial kepada keluarga yang terkena dampak dari virus COVID-19.

 

Redaktur: Vini
Editor: Destalia