Poster ucapan hari raya Nyepi (Layouter/Reza)

Nyepi berasal dari kata sepi yang artinya sunyi, senyap, lenggang, tidak ada kegiatan. Hari Raya Nyepi juga menjadi Tahun Baru Hindu berdasarkan penanggalan atau kalender Saka, yang dimulai sejak tahun 78 M. Di Bali, perayaan Tahun Saka ini dirayakan dengan Hari Raya Nyepi berdasarkan petunjuk Lontar Sundarigama dan Sanghyang Aji Swamandala. Hari Raya Nyepi ini dirayakan pada Sasih Kesanga setiap tahun yang biasanya jatuh pada bulan Maret atau awal bulan April.⁣

Bagaimana Umat Hindu di Indonesia Memperingati Hari Raya Nyepi?⁣

Peringatan tahun Saka di Indonesia dilakukan dengan cara Nyepi (Sipeng) selama 24 jam dan ada rangkaian acaranya antara lain:

1. Upacara Melasti, Mekiyis, dan Melis⁣
Intinya adalah penyucian Bhuana Alit (diri kita masing-masing) dan Bhuana Agung atau alam semesta ini. Dilakukan di sumber air suci kelebutan, campuan, patirtan, dan segara. Banyak dilakukan di segara karena bersaman untuk nunas Tirtha Amerta (tirtha yang memberi kehidupan) ngamet sarining amerta ring telenging segara. Dalam Rg Weda II. 35.3 dinyatakan Apam napatam paritasthur apah (Air yang murni baik dan mata air maupun dan laut, mempunyai kekuatan yang menyucikan).

2. Menghaturkan Bhakti atau Pemujaan⁣
Bhakti atau pemujaan dilakukan oleh umat Hindu di Balai Agung atau Pura Desa di setiap desa pakraman setelah kembali dari mekiyis.

3. Tawur Agung atau Mecaru⁣
Di setiap catus pata (perempatan) desa atau pemukiman, lambang menjaga keseimbangan. Keseimbangan buana alit, buana agung, keseimbangan Dewa, manusia Bhuta, sekaligus merubah kekuatan bhuta menjadi dewa (nyomiang bhuta) yang diharapkan dapat memberi kedamaian, kesejahteraan, dan kerahayuan jagat (bhuana agung bhuana alit).⁣ Dilanjutkan pula dengan acara ngerupuk atau mebuu-buu di setiap rumah tangga, guna membersihkan lingkungan dari pengaruh bhutakala. Belakangan acara ngerupuk disertai juga dengan ogoh-ogoh (symbol bhutakala) sebagai kreativitas seni dan gelar budaya serta simbolisasi bhutakala yang akan disomyakan (namun terkadang sifat bhutanya masih tersisa pada orangnya).

4. Nyepi (Sipeng)⁣
Dilakukan dengan melaksanakan catur brata penyepian (amati karya, amati geni, amati lelungan dan amati lelanguan).

5. Ngembak Geni.⁣
Mulai dengan aktivitas baru yang didahului dengan mesima krama di lingkungan keluarga, warga terdekat (tetangga) dan dalam ruang yang lebih luas diadakan acara Dharma Santi seperti saat ini.

Yadnya dilaksanakan karena kita ingin mencapai kebenaran. Dalam Yajur Weda XIX. 30 dinyatakan: “Pratena diksam apnoti, diksaya apnoti daksina. Daksina sradham apnoti, sraddhaya satyam apyate.”

Artinya: Melalui pengabdian atau yadnya kita memperoleh kesucian, dengan kesucian kita mendapat kemuliaan. Dengan kemuliaan kita mendapat kehormatan, dan dengan kehormatan kita memperoleh kebenaran.

Seluruh rangkaian Nyepi dalam rangka memperingati pergantian tahun baru saka itu adalah sebuah dialog spiritual yang dilakukan oleh umat Hindu agar kehidupan ini selalu seimbang dan harmonis serta sejahtera dan damai. Maka dengan peringatan pergantian tahun baru saka (Nyepi) umat telah melakukan dialog spiritual kepada semua pihak dengan Tuhan, para leluhur, para bhuta, diri sendiri, dan sesama manusia demi keseimbangan, keharmonisan, kesejahteraan, dan kedamaian Bersama

 

Sumber: news.beritabali.com; indonesiakaya.com; balipedia.id
Reporter: Fina⁣
Editor: Destalia