Ilustrasi Isra Miraj (Layouter/Reza)

Isra Miraj, sebuah tanda kebesaran Allah SWT yang diceritakan dalam QS. Al-Isra ayat 1:⁣ “Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat”.

Isra dan Miraj merupakan rangkaian perjalanan yang berbeda. Isra menujukkan perjalanan Rasulullah, Nabi Muhammad SAW bersama Jibril dari Mekkah menuju Baitul Maqdis (Palestina). Sedangkan Miraj, peristiwa dimana Nabi Muhammad SAW dinaikkan ke langit hingga ke Sidratul Muntaha yang kemudian mendapat perintah sholat lima waktu dari Allah SWT.⁣

Bagaimana rangkaian perjalanan Rasulullah selama Isra Miraj?

Isra, dari Mekkah Menuju Baitul Maqdis⁣

Dari Anas bin Malik, Rasulullah bersabda bahwa beliau menaiki Buraaq (hewan putih yang panjang, lebih besar dari keledai dan lebih kecil dari baghal) dari Mekkah hingga Baitul Maqdis. Sesampainya di Baitul Maqdis, Rasulullah pun melaksanakan sholat dua rakaat, lalu kemudian Jibril datang menemui Rasulullah dengan membawa bejana berisi khamr dan bejana berisi air susu. Rasulullah memilih bejana berisi air susu, yang mana Jibril berkata bahwa Rasulullah telah memilih sesuai fitrah.

Mi’raj, Menuju Langit Ketujuh dalam Keadaan Terjaga ⁣

Rasulullah bersama Jibril naik menuju langit pertama hingga ketujuh dan Jibril selalu meminta kepada malaikat penjaga pintu langit supaya dibukakan pintu di setiap langit untuk Jibril dan Rasulullah. Di langit pertama Jibril dan Rasulullah bertemu Nabi Adam alaihis salaam, di langit kedua bertemu Nabi Isa alaihis salaam dan Nabi Yahya alaihis salaam, di langit ketiga bertemu Nabi Yusuf alaihis salaam, di langit keempat bertemu Nabi Idris alaihis salaam, di langit kelima bertemu Nabi Harun alaihis salaam, di langit keenam bertemu Nabi Musa alaihis salaam, dan di langit ketujuh bertemu Nabi Ibrahim alaihis salaam.

Di setiap langit yang mempertemukan Rasulullah dengan ketujuh Nabi tersebut, Rasulullah selalu disambut dan didoakan kebaikan bagi Rasulullah. Setelah sampai di langit ketujuh, Rasulullah, Jibril, dan Nabi Ibrahim’alaihis salaam pergi menuju Sidratul Muntaha, tempat dimana daun-daunnya seperti telinga-telinga gajah dan buahnya seperti tempayan besar. Lalu Allah menurunkan wahyu Rasulullah berupa kewajiban 50 shalat sehari semalam. Wahyu telah diterima Rasulullah, namun kemudian Rasulullah turun menemui Nabi Musa alaihis salaam.⁣
Musa alaihis salaam: “Apa yang diwajibkan Tuhanmu atas ummatmu?”. ⁣
Rasulullah: “50 shalat,”⁣
Musa’alaihis salaam: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan, karena sesungguhnya ummatmu tidak akan mampu mengerjakannya. Sesungguhnya saya telah menguji dan mencoba Bani Isra`il.”⁣

Mendengar jawaban Nabi Musa alaihis salaam, Rasulullah pun kembali menemui Allah SWT seraya berkata: “Wahai Tuhanku, ringankanlah untuk ummatku”. Maka dikurangi menjadi 5 shalat. Rasulullah kembali menemui Nabi Musa’alaihis salaam ⁣
Rasulullah: “Allah mengurangi untukku 5 shalat”⁣
Musa’alaihis salaam: “Sesungguhnya umatmu tidak akan mampu mengerjakannya, maka kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan”. ⁣

Rasulullah terus-menerus menemui antara Allah SWT dan Nabi Musa alaihis salaam, sampai pada akhirnya Allah berfirman: “Wahai Muhammad, sesungguhnya ini adalah 5 shalat sehari semalam, setiap shalat (pahalanya) 10, maka semuanya 50 shalat. Barangsiapa yang meniatkan kejelekan lalu dia tidak mengerjakannya, maka tidak ditulis (dosa baginya) sedikitpun. Jika dia mengerjakannya, maka ditulis (baginya) satu keburukan.”⁣

Setelah Allah menetapkan waktu shalat menjadi 5 shalat dalam sehari, Rasulullah turun menemui Musa alaihis salaam kembali.⁣
Musa alaihis salaam: “Kembalilah kepada Tuhanmu dan mintalah keringanan.”⁣
Rasulullah: “Sungguh saya telah kembali kepada Tuhanku sampai saya pun malu kepada-Nya.” (H.R Muslim 162) ⁣

Isra Miraj, sebuah peristiwa yang memperlihatkan keutamaan Nabi Muhammad SAW di atas seluruh nabi dan rasul. Umat muslim hendaknya menerima berita adanya peristiwa Isra Miraj dengan penuh keimanan. Ada berbagai faedah yang perlu diresapi dari sebuah Isra Miraj. Imam Ath Thahawi rahimahullah berkata: “Miraj adalah benar. Nabi shallallahu alaihi wa salaam telah melakukan Isra dan Miraj dengan tubuh beliau dalam keadaan terjaga ke atas langit.”

Isra Miraj menunjukkan keagungan Allah, yakni Allah tinggi berada di atas langit ketujuh, di atas arsy-Nya. Perkara-perkara gaib yang disebutkan dalam hadits seperti Buraaq, Miraj, para malaikat penjaga langit, adanya pintu-pintu langit, Sidratul Muntaha dan hal lainnya wajib diyakini oleh umat muslim. Syaikh Shalih Alu Syaikh rahimahullah menjelaskan bahwa Rasulullah ketika Miraj menemui ruh para Nabi kecuali Nabi Isa alaihis salaam. Nabi menemui jasad Nabi Isa karena jasad dan ruh beliau dibawa ke langit dan beliau belum wafat. Pun banyaknya jumlah para malaikat dan tidak ada yang mengetahui jumlah mereka kecuali Allah. Adanya interaksi selama Miraj antara Nabi Musa alaihis salaam dengan Rasulullah merupakan bentuk kasih sayang dan perhatian terhadap umat Rasulullah. ⁣

Hikmah penting yang harus dipahami dalam kisah Isra Miraj adalah adanya kewajiban sholat lima waktu, yang mana kedudukan sholat begitu tinggi karena Allah langsung yang memerintahkankannya. Di tengah-tengah situasi global yang sedang meradang karena pandemi Covid-19, umat muslim tetap wajib hukumnya melaksanakan sholat lima waktu baik secara mandiri maupun berjamaah, walaupun kenyataannya di beberapa wilayah terdapat kebijakan peniadaan sholat berjamaah untuk sementara demi pencegahan penularan Covid-19. Dengan situasi seperti saat ini, hendaknya umat muslim semakin mendekatkan diri kepada Allah SWT dan meningkatkan keimanan dengan senantiasa melaksanakan kewajiban sholat lima waktu dengan khusyuk seraya mendoakan segala kebaikan-kebaikan bagi umat manusia salah satunya berdoa memohon kepada Allah agar diberi perlindungan dari virus tersebut. ⁣


Sumber : Muslim.or.id⁣
Reporter : Dian ⁣
Editor: Destalia