Surat antisipasi penyebaran Covid-19 (Poltekesos)

Berkembangnya penyebaran pandemi Virus Corona (COVID-19) di Indonesia membuat pemerintah menetapkan berbagai kebijakan pencegahan baik pemerintah pusat maupun pemerintah daerah. Sesuai surat edaran Kementerian Sosial per tanggal 13 Maret 2020 mengenai Pencegahan Penyebaran Virus Covid-19 di Lingkungan Kementerian Sosial yang salah satunya ditujukan kepada Direktur Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung, maka Poltekesos pun turut membuat kebijakan melalui surat edaran pada 16 Maret 2020 tentang Antisipasi Penyebaran Covid-19 di lingkungan Poltekesos Bandung. Isi surat edaran tersebut berkaitan kebijakan mengenai kewaspadaan umum, kegiatan akademik, kemahasiswaan, dan pegawai.

Salah satu kebijakan yang turut ramai diperbincangkan oleh seluruh kalangan di lingkungan pendidikan adalah berkaitan dengan kebijakan kegiatan akademik. Ada beberapa poin kebijakan kegiatan akademik yang perlu menjadi perhatian seluruh civitas akademika Poltekesos Bandung antara lain, pertama, pelaksanaan UTS pada 16 – 18 Maret 2020 dilakukan secara online yang mana sudah mulai dilaksanakan per Senin 16 Maret 2020 dengan teknis pengerjaan tes di kediaman mahasiswa masing-masing dan dikirimkan ke alamat email dosen yang bersangkutan. Kedua, terkait pelaksanaan perkuliahan yang dilakukan secara jarak jauh terhitung mulai tanggal 23 Maret hingga 3 April 2020, Ketua Prodi Pekerjaan Sosial, Dr. Aep Rusmana, S.Sos M.Si memberikan penjelasan bahwa teknis perkuliahan yang dilakukan secara jarak jauh disesuaikan dengan kebijakan setiap dosen pengampu mata kuliah yang mana bisa melalui berbagai media seperti whatsapp, skype, dan berbagai media daring lainnya. Durasi perkuliahan secara jarak jauh yang ditetapkan oleh kampus juga disesuaikan dengan keputusan pusat baik dari surat edaran Kementerian Sosial dan Kementerian PAN-RB. 

“Kita harus bersama-sama dengan kompak melakukan pencegahan dengan cara seperti itu, kita menghindari dulu berkumpul dengan banyak orang dan kampus pun menyediakan metode pembelajaran secara online sambil melihat dan mengevaluasi bagaimana perkembangan kondisi selama kurun waktu tersebut,” jelas Dr. Aep Rusmana, S.Sos M.Si.

Ketiga, praktikum 1 dan 3 bagi mahasiswa Prodi Pekerjaan Sosial berlangsung di beberapa desa atau kelurahan dilakukan secara terbatas dengan target tertentu dengan meminimalisir pertemuan dengan masyarakat dan tidak ada pengumpulan masa. Mengenai hal tersebut, Dr. Aep Rusmana, S.Sos M.Si juga memberi keterangan bahwa pada dasarnya kebijakan tersebut diputuskan untuk mencegah penyebaran COVID-19 dengan menunda kegiatan berkumpul atau mengumpulkan orang banyak sesuai arahan dari pemerintah namun tetap melihat perkembangan situasi. Pelaksanaan Praktikum 1 tetap berjalan namun kegiatannya berada di kediaman praktikan masing-masing, bukan di posko lokasi praktikum. Berkaitan dengan kegiatan pengolahan data untuk kelengkapan asesmen, apabila terdapat kekurangan data maka cukup menggunakan data sekunder sampai dengan waktu tertentu.

Kemudian, pelaksanaan Praktikum 3 juga tetap dilaksanakan yang mana kegiatannya sementara waktu dilakukan di posko masing-masing desa, tidak melaksanakan kegiatan eksternal seperti bertemu dengan masyarakat dan praktikan melakukan pengolahan data hasil asesmen untuk perencanaan intervensi. Pihak kampus juga terus berkoordinasi dengan pihak Dinas Sosial baik lokasi Praktikum 1 (Kota Bandung) maupun di lokasi praktikum 3 (Kabupaten Majalengka) untuk memantau kondisi dan situasi terkini yang bisa dijadikan bahan untuk pengambilan kebijakan selanjutnya. Kemudian beliau juga memberi tanggapan mengenai adanya status Majalengka siaga satu yang ditetapkan oleh Pemerintah Jawa Barat.

 “Sudah dicek status siaga satu, memang status tersebut sudah ditetapkan oleh Gubernur. Kemudian sudah saya peroleh juga pernyataan dari Bupati Majalengka bahwa kesiapsiagaan harus terus dilakukan tapi bukan berarti di daerah tersebut sudah terjadi (penyebaran COVID-19), setelah itu juga melakukan koordinasi dengan Kepala Dinsos Majalengka yang menyatakan bahwa tidak ada yang positif sehingga beliau pun merekomendasikan Praktikum 3 tetap dilanjutkan dengan melakukan pengamanan dengan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) serta menggunakan masker jika berada di luar ruangan, namun tetap kena sinar matahari,” tambah Dr. Aep Rusmana, S.Sos, M.Si.

Pak Aep menegaskan bahwa tidak ada perpanjangan waktu pelaksanaan praktikum ataupun pendidikan di kelas. Hal ini karena mahasiswa tidak libur melainkan adanya pengalihan atau pengubahan metode dari offline menjadi online. Adapun pesan dari Pak Aep kepada mahasiswa yaitu untuk ikuti pelaksanaan UTS dengan menggunakan media online, kerjakan dengan penuh semangat dan tanggung jawab. Selain itu, Pak Aep menambahkan bahwa lembaga tetap memantau situasi dan mahasiswa diminta untuk beraktivitas dengan tenang menghadapi situasi saat ini dan jangan terbawa oleh isu yang tidak dikeluarkan oleh instansi yang bertanggung jawab. .

Reporter: Dian dan Vini
Editor: Destalia