Ilustrasi. (Layouter/Reza)

Poltekesos, Journal367 –Kuliah online menjadi rutinitas mahasiswa di rumah masing-masing selama bahaya pandemi masih mengancam. Mahasiswa dan dosen memiliki ragam pilihan media yang dapat digunakan untuk mendukung berlangsungnya kelas daring, mulai dari Zoom, Skype, Hangouts, Google Classroom maupun website kampus yang dirancang untuk pertemuan kuliah daring. Selain media populer tersebut, Kementerian Sosial juga menghadirkan alternatif tools bernama “Kemensos Meet” atau yang biasa disebut “Meet” yang merupakan layanan videocon, training, maupun kelas daring. Meet yang dapat diinstal di server Pusdatin Kemensos tersebut memiliki fungsi yang tak jauh beda dengan Zoom, bahkan diklaim lebih secure.

Meet dapat diakses melalui perangkat apapun seperti smartphone, laptop, tablet, dan lainnya tanpa memerlukan penginstalan aplikasi. Dalam penggunaan Meet untuk pertemuan daring, siapapun bisa menjadi Host  apabila mempunyai akses login email ke server Meet. Untuk memulai pertemuan, Host  bisa membuka web browser dan mengakses meet.kemsos.go.id. Berikut langkah-langkah untuk memulai pertemuan di Meet:

  1. Setelah Host  mengakses meet.kemsos.go.id, login Meet menggunakan user dan password email @kemsos.go.id;
  2. Setting room untuk pertemuan; dan
  3. Kirimkan link room kepada semua peserta pertemuan.

Sejauh ini mayoritas civitas akademika Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung belum mengenal Meet. Dalam panggunaan Meet untuk kuliah daring maupun pertemuan lainnya, peserta atau mahasiswa tidak perlu login jika hendak bergabung, namun cukup dengan membuka link yang dibagikan oleh Host  tanpa harus menginstal aplikasi khusus. Paduan antara audio dan visual dari Meet pun dinilai cukup bagus. Di samping suatu kelebihan tak menutup adanya suatu kekurangan. Salah satu mahasiswa Poltekesos, Dwi Sonya Sijabat berbagi pengalamannya setelah mengikuti perkuliahan melalui Meet, menurutnya layanan dan sistem dari Meet masih kurang memuaskan.

 “Sempat mencoba menggunakan meet pada pertemuan salah satu mata kuliah. Tidak semua siswa di kelas dapat bergabung pada pertemuan tersebut, disayangkan sekali mungkin sistemnya masih kurang memadai karena semakin banyak yang bergabung semakin susah masuk ke dalam meeting atau bahkan tidak bisa sama sekali,” ungkap Dwi.

Jika Meet terus diperbaiki agar semakin efektif dan memadai, maka tak dipungkiri Meet bisa menjadi salah satu layanan videocon yang dapat direkomendasikan dan membantu masyarakat menyelenggarakan pertemuan maupun kelas daring selama pandemi. 

 

Reporter : Alfina dan Dian
Editor : Dewi Shofi