Dara dan Haidar bersama nenek dan kakeknya. (Journal367)

Poltekesos, Journal367 — Tahun 2020 merupakan tahun yang berat bagi seluruh masyarakat di dunia, khususnya di Indonesia. Tradisi mudik yang biasa dilakukan oleh masyarakat Indonesia, tahun ini tidak bisa dilakukan karena adanya pandemi Covid-19.

Dampak yang dirasakan oleh para lansia terhadap anaknya yang merupakan pekerja ataupun cucunya yang merupakan mahasiswa yang tidak bisa pulang karena Covid-19 ini, tentunya adalah perasaan sedih karena anak atau cucunya tidak bisa pulang lebaran tahun ini.

Bapak Tukino selaku Ketua Pusat Kajian Lansia Poltekesos menuturkan bahwa untuk meminimalisir dampak tersebut, sang anak atau cucu bisa melakukan komunikasi melalui video call. Sementara itu, tindakan yang dapat dilakukan pekerja sosial adalah melakukan telecounseling atau teleterapi yang bertujuan untuk mengurangi kecemasan.

Seperti yang dirasakan oleh Dara Rizkia Septriani, mahasiswa angkatan 2017 yang berasal dari Padang, Ramadhan tahun ini ia tidak bisa berkunjung ke rumah nenek atau ke rumah Bundo di Padang. Semua pertemuan hanya bisa dilakukan melalui daring, ia biasanya melakukan video call melalui Zoom bersama neneknya.

Hal ini juga dirasakan oleh salah satu mahasiswa yang bernama Haidar Ahmad Musyarif dari angkatan 2017 yang berasal dari Magelang, ia pun tidak dapat pulang ke kampung halamannya. Biasanya saat lebaran ia pasti ke rumah kakek dan nenek nya untuk berkunjung. Namun tahun ini berbeda, yang dapat dilakukan hanya telepon atau video call dengan kakek neneknya untuk menjaga silaturahmi.

“Ya mungkin secara ga langsung, sering tanya kapan pulang. Yang menandakan kakek nenek kangen,” ujar Haidar. Apalagi saat pandemi ini, ditambah belum bisa pulang kampung “Semoga mereka sehat selalu, umurnya barokah, dan segera bisa pulang berkumpul kembali,” doa Haidar untuk kakek neneknya.

Begitu pula tanggapan dari Akbar Rafsanjani, mahasiswa angkatan 2019 yang tahun ini tidak bisa mudik ke kampung halamannya di Garut. “Memang, dalam kondisi seperti sekarang, bentuk kasih sayang pada kakek dan nenek kita ungkapkan dengan jaga jarak dengan mereka. Bukan tanpa alasan, melainkan kita ingin melindungi mereka. Walaupun tidak bisa bertemu secara langsung, silaturahmi saat lebaran masih tetap berjalan,” ungkapnya.

“Kemarin untuk pertama kali sungkem via online. Video call banyakan dari keluarga, bercanda minta THR. Kalau nggak kaya gini mah biasanya jalan-jalan, keliling kampung, ke sawah, kebun, nyapa semua yang ada.” tambah Akbar ketika harus silaturahmi via online.

 

Reporter : Vira, Annisya, Roro, dan Alfina
Editor: Dewi Shofi