Ilustrasi. (Journal367)

Di tengah pandemi Covid-19 yang menjadi momok bagi masyarakat di seluruh dunia, banyak pemberitaan dan informasi yang beredar. Media memberitakan segala hal yang berkaitan dengan pandemi ini. Bahkan, banyak kabar simpang siur yang kita tidak tahu kebenarannya.

Berikut akan dikupas tuntas berita hoax yang beredar di masyarakat:

  1. Tes Corona Sendiri dengan Tahan Napas

    Beberapa waktu lalu sempat beredar berita mengenai informasi untuk melakukan cek sederhana mengenai status infeksi Covid-19 dengan cara menahan napas selama 10 detik. “Ambil napas dalam-dalam dan tahan selama lebih dari 10 detik. Jika setelah menahan napas, anda berhasil mengeluarkan napas pelan-pelan tanpa batuk, rasa tidak nyaman, lelah, dan kaku di dada. Ini membuktikan bahwa tidak ada fibrosis di paru-paru anda, dan itu sebenarnya menunjukkan bahwa tidak ada virus apapun di dalam paru-paru anda!”

    Dikutip dari detik.com, menurut Spesialis paru dr. Frans Abednego Barus, Sp.P, dari OMNI Hospitals Pulomas, bahwa pemberitaan tersebut tidak benar. Menurutnya, batuk-batuk saat menahan napas dapat disebabkan oleh berbagai hal, tidak hanya infeksi dari virus corona.

    “Hoax! Tidak benar. Tidak spesifik mengarah COVID-19,” ujar dr. Frans Abednego Barus.

  2. Makan Telur Rebus Tengah Malam, Bisa Cegah Corona

    Telah beredar berita di media sosial mengenai pemberitaan yang menyebutkan bahwa ada bayi yang baru lahir bicara mengenai telur rebus bisa menolak bala, apalagi jika dimakan tengah malam maka dapat mencegah Corona. Dalam postingan di beberapa media sosial, terdapat sebuah narasi yang menunjukkan seorang bayi menyuruh orang-orang untuk makan telur rebus sebelum jam 12 malam sebagai tolak bala.

    Dikutip dari detiknews, juru bicara gugus tugas Covid-19 Sumatera Utara, Aris Yudhariansyah turut berkomentar. Menurutnya, kandungan gizi pada telur rebus memang baik, namun belum ada penelitian yang menyebutkan bahwa telur rebus dapat menangkal virus Corona. “Hidup sehat, makan yang bergizi. Sumber protein ‘kan bukan hanya telur. Jangan terlalu mudah percaya,” tambah Aris.

  3. Amoxicillin Bisa Bunuh Virus Corona

    Tidak kalah menarik, pemberitaan yang beredar mengenai Amoxicillin yang diklaim dapat membunuh virus Corona, dengan cara meletakkannya di dalam tandon air. Pemberitaan ini ikut mewarnai kabar berita di beberapa media sosial, pasalnya diketahui bahwa obat Amoxicillin hanya dapat membunuh bakteri yang ada di saluran pernapasan bukan membunuh virus.

    Dikutip dari detikHealth yang menyebutkan isi pesan dari pemberitaan ini,

    “Pesan dari habib Ja’far bin Muhammad bin Hamid, taruh 2 biji obat Amoxicillin ke dalam tandon air di rumah, jangan di logika karena ini juga disampaikan kepada Pak Luhut Binsar Panjaitan dan sudah dilaksanakan di rumah kepresidenan dan dinas-dinas lain.”

    Terkait hal tersebut, Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, dr. Ari Fahrial Syam angkat bicara, Ari menyatakan bahwa Amoxicillin hanya untuk membasmi bakteri yang ada di saluran pernapasan, bukan untuk virus apalagi untuk membunuh virus Corona. “Hoax. Amoxicillin tidak bisa membunuh virus.” tambah dr. Ari.

  4. Ibuprofen Obat Covid-19

    Kabar lain yang beredar di media sosial mengenai Ibuprofen yang digunakan untuk obat Covid-19. Beredar sebuah narasi terkait dengan obat  Ibuprofen yang diklaim dapat membuat hidup virus corona lebih lama di dalam tubuh manusia.

    Dikutip dari tirto.id, WHO mengklarifikasi isu terkait hubungan Ibuprofen dan Covid-19 tersebut. Dalam konferensi pers di Jenewa, juru bicara WHO, Christian Lindmejer mengatakan bahwa meski tidak ada bukti kuat yang menyatakan Ibuprofen dapat menyebabkan komplikasi dalam pengobatan Covid-19, ia merekomendasikan alternatif lain seperti Asetaminofen.

    Terkait kebenaran Ibuprofen yang dapat memperburuk kondisi pasien Covid-19, hal tersebut masih butuh penelitian lebih lanjut. Selain itu, kabar mengenai Ibuprofen memperpanjang hidup virus dalam tubuh seseorang, saat ini belum ada bukti dan sumber yang mendukung terkait klaim tersebut.

  5. Minum Dettol untuk Cegah Corona

    Berita menarik datang dari Kenya yang menyebutkan bahwa terdapat seorang pemuka agama di Afrika Selatan diduga memberi para jemaatnya Dettol untuk diminum. Hal tersebut dilakukan sebagai obat pencegahan bagi virus Corona dan juga sebagai tanda iman selama kebaktian gereja. Hal tersebut mengakibatkan 59 orang tewas dan 4 lainnya kritis.

    Dikutip dari JabarEkspres mengenai kebenaran berita tersebut, bahwa belum ada media kredibel yang menyoroti kasus tersebut. Berita tewasnya puluhan jemaat, pertama kali diangkat oleh outlet berita Kenya Report, akan tetapi berita itu tidak lama kemudian dihapus.

    Terkait foto yang dilampirkan dalam pemberitaan merupakan foto lama yang kemudian menimbulkan keraguan atas keaslian dari berita tersebut. Selanjutnya, media sosial melaporkan pemberitaannya sebagai berita palsu dan tidak dapat diverifikasi secara independen.

    Terkait pemberitaan di tengah pandemi Covid-19, sudah seharusnya kita menjadi pembaca bijak dengan cerdas memilih berita yang beredar. Pastikan kebenaran berita tersebut sebelum disebarluaskan. Dalam kondisi saat ini, pemberitaan mengenai Covid-19 di berbagai media justru menjadi hal yang mengerikan dan membuat masyarakat semakin cemas. Namun, kini sudah terdapat banyak layanan informasi resmi yang menyediakan berita faktual mengenai pandemi Covid-19 ini. Maka dari itu, jangan mudah percaya dan tetap waspada.

Reporter: Annisya
Editor: Shafa