Ilustrasi. (Journal367/Vini)

Poltekesos, Journal367 – Pandemi Covid-19 yang belum usai membuat beberapa agenda yang sudah terencana menjadi ditunda atau bahkan dibatalkan. Namun seiring berkembangnya kemajuan teknologi, beberapa agenda diubah pelaksanaannya menjadi daring. Begitu juga dengan pelaksanaan Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) Politeknik Kesejahteraan Sosial (Poltekesos) Bandung. Sebelum adanya pandemi Covid-19, pelaksanaan ujian tulis dijadwalkan akan dilaksanakan pada tanggal 9 Juli 2020 secara luringdi beberapa kota besar di seluruh Indonesia yang kemudian diundur menjadi tanggal 16 Juli 2020 dan dilakukan secara daring. Sebelum pelaksanaan ujian tulis, setiap peserta mengikuti uji coba untuk mengetahui ada atau tidaknya kendala selama ujian tulis nanti.

Pada saat pelaksanaan ujian tulis tanggal 16 Juli 2020 terbagi menjadi dua sesi. Sesi pertama dimulai pada pukul 09:00 – 11:00 WIB kemudian dilanjutkan sesi dua pada pukul 13:30 – 15.30 WIB. Selama waktu pengerjaan, beberapa peserta mengalami kendala seperti waktu tidak berjalan, jawaban tidak terbaca, sampai ada yang kembali ke laman awal ketika hendak menjawab soal. Akibat kendala tersebut, beberapa peserta ujian harus mengulang di sesi 3 pada tanggal 17 Juli 2020 pukul 13.30 – 15.30 WIB. Namun pada pelaksanaan sesi 3 masih saja banyak yang mengalami kendala. Pihak panitia penyelenggara PMB daring kemudian memutuskan untuk tidak mengadakan ujian daring ulang bagi peserta yang masih gagal menjawab soal di sesi 3. Peserta yang belum dan tidak dapat mengerjakan soal dianggap gugur.

Akibat kebijakan itu, muncul kekecewaan dari beberapa peserta ujian, salah satunya adalah peserta ujian tulis yang berinisial A. Ia mengikuti uji coba pada tanggal 14 Juli 2020. Dari 23 peserta di kelompoknya, hanya 5 orang saja yang tidak menemui kendala. Ia dengan berani menyuarakan keresahannya di akun Twitter miliknya yang dibuat pada tanggal 20 Juli 2020.

“Saya yakin saya ada di posisi benar, tweet saya tidak mengandung unsur kebohongan. Tweet saya merupakan bentuk keresahan para peserta seleksi yang haknya diabaikan oleh pihak panitia PMB Poltekesos Bandung,” tuturnya saat dimintai keterangan.

“Dari pihak kampus terlebih dahulu mengadakan uji coba sebelum hari pelaksanaan ujian tulis namun tidak semua peserta ujian mengikuti uji coba tersebut padahal sudah diberi tahu sebelumnya. Pada saat uji coba, terdapat mahasiswa yang dapat mengakses dan beberapa tidak dapat mengakses. Namun, dari presentase keseluruhan lebih banyak yang berhasil mengakses daripada yang gagal. Kendala bisa diakibatkan karena keterbatasan jaringan atau alat yang dipakai pada saat membuka server sehingga tidak dapat diakses dengan baik,” jelas Bapak Admiral Nelson Aritonang selaku ketua pelaksana PMB Poltekesos Bandung.

Cuitan milik A kemudian mendapat respon dari akun resmi Kementerian Sosial RI dan Itjen Kemendikbud. Setelah mendapat respon dari Kementerian Sosial RI dan Itjen Kemendikbud, pihak lembaga mengeluarkan kebijakan baru akan memberikan kesempatan untuk mengikuti ujian tulis secara luring atau offline pada hari Senin 27 Juli 2020 pukul 09.00 – 11.00 WIB. Tentu saja jadwal pengumuman yang dijadwalkan pada tanggal 23 Juli 2020 dan ujian wawancara pada tanggal 27-28 Juli 2020 harus diundur yang waktunya akan disampaikan kemudian.

Bapak Admiral Nelson Aritonang menambahkan bahwa sebagai pelayan publik, pihak panitia penyelenggara mencoba memberikan kesempatan bagi peserta ujian untuk mengikuti ujian tulis secara luring setelah melalui berbagai pertimbangan.

“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih akhirnya panitia PMB Poltekesos Bandung mendengarkan keresahan kami. Semoga pelaksanaan ujian susulan offline berjalan dengan lancar,” ungkap Asetelah mengetahui kebijakan ujian tulis secara luring akan diadakan.

Reporter : Alfina, Annisya
Editor: Destalia