Perkuliahan daring hingga akhir tahun. Ilustrasi. (Journal367/Reza)

Poltekesos, Journal367 – Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung (Poltekesos) telah mengeluarkan surat edaran resmi mengenai pelaksanaan perkuliahan, bimbingan dan ujian praktikum, serta bimbingan dan ujian skripsi dan tesis yang akan dilaksanakan secara daring.

Kegiatan perkuliahan yang dilaksanakan secara daring ini merupakan langkah yang diambil oleh pihak lembaga dalam upaya mengurangi penyebaran COVID-19, mengingat mahasiswa Poltekesos berasal dari berbagai daerah di Indonesia.

Media yang digunakan dalam proses pembelajaran secara daring nantinya tidak akan jauh berbeda dengan semester sebelumnya, yaitu menggunakan beberapa aplikasi seperti Google Classroom, Google Meet, Whatsapp Group, dan Zoom Meeting. Semester sebelumnya penggunaan Zoom Meeting lebih banyak digunakan, karena dirasa lebih efektif, dapat menampilkan video dengan kualitas HD, mendukung semua platform, serta dapat berbagi foto, video, dan file secara langsung. Pihak kampus berusaha mengoptimalkan penggunaannya supaya lebih maksimal dan lebih efektif.

“Untuk penggunaan aplikasi, masih menggunakan (aplikasi) seperti kemarin, di antaranya Zoom Meeting. Itu yang akan terus kami gunakan dan saya juga akan selalu mengingatkan serta berkoordinasi ke pihak yang menyediakan aplikasi ini, khususnya ke bagian teknologi informasi di kampus supaya fiturnya dilengkapi. Misalnya, untuk aplikasi Zoom supaya tidak banyak suara-suara yang mengganggu, mengurangi risiko bocornya data, bagaimana mahasiswa bisa hadir, dan bagaimana jika mahasiswa hadirnya kesiangan (terlambat). Mungkin itu fitur-fitur yang coba kami usulkan ke bagian teknologi informasi,” jelas Bapak Aep Rusmana selaku Kepala Program Studi (Kaprodi) Pekerjaan Sosial.

Di samping pengoptimalan penggunaan media belajar daring, pihak lembaga juga mengupayakan pemberian subsidi kuota internet kepada mahasiswa. Kuliah daring ini nantinya akan banyak menghabiskan kuota internet.

Selain pemberian subsidi kuota, pembayaran Uang Kuliah Tunggal (UKT) juga sempat menjadi pertanyaan dari beberapa mahasiswa. Beberapa di antara mereka menanyakan adanya pemotongan UKT atau tidak. UKT semester gasal nanti masih dibicarakan kepada pihak sekretariat. Hal tersebut dikarenakan terdapat Peraturan Pemerintah (PP) yang mengaturnya. Pihak lembaga tidak dapat begitu saja memutuskan. Ada banyak sekali pertimbangan, sehingga pemotongan pembayaran UKT kemungkinan tidak ada.

“Mengenai pembayaran UKT masih dibicarakan di sekretariat, memang ada PP atau Peraturan Pemerintahnya untuk di lembaga kita. Jadi, lembaga tidak bisa memutuskan begitu saja terkait pemotongan UKT,” tambah Bapak Aep Rusmana.

Meskipun begitu, pihak lembaga masih mengupayakan kembali pengadaan Alat Pelindung Diri (APD) kepada mahasiswa. Disampaikan oleh Bapak Aep, pemberian APD ini sebagai wujud kepedulian dari pihak lembaga. Begitu juga dengan pemberian subsidi kuota.

”Meskipun pembayaran UKT masih sama, namun pihak lembaga juga masih mengusahakan untuk pemberian APD dan subsisdi kuota kepada mahasiswa lagi,” tutur Bapak Aep Rusmana.

Reporter: Annisya
Editor: Shafa G.K