Ilustrasi (Layouter:Reza)

Poltekesos, Journal367 –  Pemira atau Pemilu Raya Mahasiswa akan diselenggarakan dalam hitungan hari. Tahun 2020 ini, Pemira dilaksanakan mulai tanggal 9 sampai 30 November 2020 secara daring mengingat adanya pandemi Covid-19.

Pasalnya, ini pertama kalinya Pemira diadakan secara daring. Ketua Bawasluma (Badan Pengawas Pemilu Mahasiswa), Al Amin, menyampaikan bahwa pelaksanaan Pemira secara daring ini menjadi tantangan tersendiri bagi LPRM (Lembaga Pemilu Raya Mahasiswa) dan Bawasluma.

“Proses pengawasan secara langsung yang merupakan tugas Bawasluma tidak dapat dilakukan secara maksimal. Segala aktivitas dan interaksi hanya bisa dilakukan via online. Pelaksanaan Pemira online kali pertama ini cukup menjadi tantangan baru,” ujar Al Amin.

Seluruh rangkaian kegiatan dari sosialiasi hingga pemungutan suara dilakukan secara daring. Panitia LPRM dan Bawasluma menggunakan media sosial seperti Instagram dan WhatsApp untuk penyampaian informasi mengenai Pemira.

LPRM telah bekerja sama dengan pihak luar kampus dan menggunakan situs e-voting Poltekesos untuk pemungutan suara. Hal ini dilakukan agar suara mahasiswa dapat terhitung dan terdeteksi di situs e-voting Poltekesos.

“Panitia LPRM sendiri sudah bekerjasama dengan pihak luar kampus yang sudah berpengalaman dan ahli di bidang IT mengenai e-voting ini, sehingga dapat meyakinkan bahwa seluruh suara mahasiswa dapat terhitung dan terdeteksi di web e-voting Poltekesos yang telah disiapkan,” jelas Yosephine Aprina Sinaga, Wakil Ketua LPRM.

Penyampaian informasi dan teknis pelaksanaan Pemira melalui media sosial ternyata dapat dipahami dengan baik oleh mahasiswa. Hal ini disampaikan oleh Haris Abdul Yamin, mahasiswa angkatan 2019.

“Mengenai pemira secara daring ini secara pribadi cukup memahami secara dasarnya ya, mengingat kemarin sudah dilakukan sosialisasi dari LPRM dan Bawasluma”, ungkap Haris saat diwawancarai mengenai pemahamannya mengenai Pemira 2020.

Meskipun pemilihan menggunakan e-voting cukup mudah dilakukan, lanjut Haris, ia menyarankan sebaiknya LPRM dan Bawasluma memposting kembali teknis pemilihan menggunakan video atau poster supaya mahasiswa paham mengenai teknis pemilihan nantinya.

Haris berharap pada saat pemungutan suara 30 November 2020 mendatang semuanya dapat berjalan dengan lancar.

“Mudah-mudahan berjalan dengan lancar, tidak ada kendala, tidak ada kecurangan, dan tidak ada kebocoran data. Semoga siapapun yang terpilih nanti memiliki kualitas yang baik sehingga bisa membawa Poltekesos semakin maju ke depannya,” harapnya.

Reporter : Annisya, Alfina, Asrori, Anisa, Ilham

Editor: Destalia