Nasional, Journal367 — Kabar hilangnya Emmeril Kahn Mumtadz atau lebih akrab disapa Eril pada Kamis (26/5) membuat Sungai Aare sebagai lokasi hilangnya putra sulung Gubernur Jawa Barat menjadi sorotan dan perbincangan publik.

Sungai Aare di Kota Bern ternyata dikenal sebagai sungai terpanjang di Swiss. Dilansir dari laman detik.com, panjang sungai ini mencapai 295 kilometer, dan berwarna biru kehijauan. Pada hari-hari musim panas, Sungai Aare ramai dikunjungi wisatawan untuk berenang atau hanya sekadar berjalan menyusuri tepian aliran sungai sambil menyaksikan pemandangan separuh kota yang megah di Bern, kota tua yang telah tercatat di situs warisan dunia UNESCO (United Nations Educational, Scientific and Cultural Organization).

Dikutip dari laman resmi Kota Bern, di lereng kanan Sungai Aare terdapat Kebun Raya yang membentang di sepanjang tepi sungai, sedangkan Blutturm (Menara Darah) yang berada di sebelah kiri Aare dapat membangkitkan perasaan takjub sekaligus mencekam bagi siapa saja yang melihatnya.

Bern memang dikenal sebagai surga bagi siapa saja yang menyukai air. Selain memiliki keindahan alam yang indah, serta kualitas air yang terbaik, ternyata Sungai Aare memiliki arus kuat dan deras, serta suhu airnya yang dingin seringkali menyebabkan kram. Dilansir dari laman Swissinfo, dikatakan bahwa kebiasaan berenang pada musim panas di sungai ini hanya disarankan bagi para perenang berpengalaman yang mengetahui kondisi Sungai Aare. Bagi wisatawan asing yang hendak berenang sering diperingatkan untuk mencari info terlebih dahulu dari penduduk setempat.

Kendati demikian, hilangnya Eril bukanlah kasus pertama yang terjadi di wilayah Sungai Aare. Dilansir dari laman detik.com, Duta Besar Republik Indonesia untuk Swiss, membeberkan fakta bahwa tercatat 15-20 orang dalam setahun dinyatakan tenggelam bahkan hilang di Sungai Aare. Beruntung dari jumlah tersebut, mayoritas dapat ditemukan.

“Mayoritas kejadian serupa pada tahun-tahun sebelumnya itu 99,9 persen ditemukan dalam tiga pekan,” kata Muliaman dalam konferensi pers yang dilansir dari laman detik.com

Lebih lanjut, perbedaan waktu penemuan wisatawan yang hilang ini tergantung pada sejumlah faktor. Misalnya faktor cuaca, suhu, kenaikan debit air hingga kondisi air sungai yang berwarna keruh juga dapat menghambat pencarian korban. Sementara itu untuk pencarian putra Ridwan Kamil yang terseret arus Sungai Aare masih dalam proses pencarian, besar harapan agar Eril segera ditemukan.

 

 

Sumber : Detik.com, Bern.com, Swissinfo.ch

Reporter : Rahmawati Rukman Putri

Editor: Ellya Dwi Indriani