Poltekesos, Journal367 — Politeknik Kesejahteraan Sosial Bandung bersama Sentra Wyata Guna Bandung menggelar kegiatan “Bioskop Berbisik” bersama anak-anak penyandang disabilitas dalam rangka peringatan Hari Anak Nasional pada Kamis (28/7) di ruang auditorium Poltekesos.

“Bioskop Berbisik” merupakan kegiatan nonton bareng salah satu film layar lebar Indonesia terpopuler bertemakan keluarga, yakni Keluarga Cemara 2. Kegiatan ini dimeriahkan oleh penampilan dari beberapa anak penyandang disabilitas, seperti bernyanyi dan bermain alat musik, serta turut melibatkan sejumlah perwakilan mahasiswa dari tiap-tiap angkatan, anak-anak penyandang disabilitas di antaranya penyandang disabilitas netra, penyandang disabilitas rungu-wicara, penyandang disabilitas grahita, penyandang disabilitas down syndrom, dan penyandang disabilitas fisik (celebral palsy). Dihadiri pula oleh perwakilan guru-guru Sentra Wyata Guna, sejumlah dosen Poltekesos, perwakilan dari Bank Mandiri, serta perwakilan dari pihak Visinema Pictures selaku tim produksi film Keluarga Cemara 2.

Masing-masing perwakilan mahasiswa/i ditugaskan untuk mendampingi satu anak penyandang disabilitas selama kegiatan berlangsung. Tentunya, pihak lembaga mengadakan sejumlah persiapan dan pelatihan bagi para mahasiswa terutama dalam mendampingi penyandang disabilitas netra, “Karena kita belum tau cara menuntunnya, mengawali, mendudukkan, dan lain sebagainya, maka dari itu pihak lembaga mengadakan pelatihan beberapa hari lalu,” ujar Tira, mahasiswi angkatan 2019 saat diwawancarai di area Poltekesos Bandung.

Kemeriahan “Bioskop Berbisik” juga terlihat dari antusiasme para anak-anak penyandang disabilitas yang tampak menikmati rangkaian acara dari awal hingga akhir, “Kesannya sangat menyenangkan, saya jadi dapat pelajaran baru dari filmnya kalau kita jangan mudah berjanji karena segalanya dapat berubah seiring berjalannya waktu, terus kakak-kakaknya juga baik banget,” ujar Novianti, salah satu anak penyandang disabilitas netra dalam wawancaranya.

Hal serupa juga dirasakan oleh Ani, mahasiswi angkatan 2020 yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut, Ani mengungkapkan perasaannya saat ditugaskan untuk mendampingi salah satu anak penyandang disabilitas netra, menurutnya, tekad dan antuasiasme dari anak-anak tersebut turut membuat Ani merasa senang dan takjub.

Kendati demikian, tidak dapat dipungkiri dalam berhadapan dengan anak-anak penyandang disabilitas, nyatanya menjadi tantangan baru bagi para mahasiswa. Ani membeberkan kendalanya yang baru pertama kali berkegiatan bersama anak penyandang disabilitas netra, “Sebenarnya tidak ada kendala yang berarti, mungkin karena baru pertama kali ikut kegiatan seperti ini, jadi bingung harus bagaimana, bagian mana yang mau diceritakan ke mereka, tapi karena aku juga masih belajar dan dari dianya (anak penyandang disabilitas) juga mendengarkan dengan baik,” tegasnya.

Disisi yang lain, Tira mengungkapkan evaluasi yang dirasa menjadi kendala bagi teman-teman penyandang disabilitas rungu-wicara saat kegiatan berlangsung,“Mungkin saran kedepannya untuk diadakan JBI (Juru Bahasa Isyarat) paling tidak di setiap acara karena takutnya teman-teman Tuli kebingungan di depan lagi apa atau lagi bicara apa, dan juga menjadi hambatan bagi teman-teman pendamping yang belum lancar berbahasa isyarat jadi tidak bisa menjelaskan, sedangkan jika lewat teks itu panjang-panjang dan terbatas,”jelas Tira.

Besar harapan kegiatan “Bioskop Berbisik” yang baru pertama kali diselenggarakan di Poltekesos ini bisa menjadi terobosan baru dan dapat menjadi kegiatan yang berkelanjutan di masa yang akan datang.

Reporter : Andina & Rahma

Editor: Ellya D .I