Poltekesos, Journal367 – Kontingen Poltekesos Bandung telah berhasil meraih empat kejuaraan dalam ajang Pekan Ilmiah Perguruan Tinggi Kedinasan (PIPTK) 2022, yaitu pada cabang Lomba Pidato, Debat Bahasa Inggris, Program Kreativitas Mahasiswa – Kewirausahaan (PKM-K) dan Program Kreativitas Mahasiswa – Pengabdian Masyarakat (PKM-PM) dengan hasil satu emas dan tiga perak yang dilaksanakan di PKN-STAN, Tangerang Selatan.

Segala persiapan dalam pelaksanaan PIPTK 2022 telah dilakukan dengan baik oleh masing-masing perwakilan cabang lomba hingga dari enam cabang perlombaan, telah berhasil membawa empat medali. Sebuah pencapaian yang membanggakan untuk Poltekesos bisa meraih empat medali, yaitu juara satu Lomba PKM-PM, juara dua pada cabang Lomba Pidato, Debat Bahasa Inggris, dan PKM-K.

“Pertama mendapat informasi kalau ada perlombaan pengabdian masyarakat, kita langsung membuat tim dan waktu itu pada bulan puasa. Setelah membuat tim, kita segera menyusun proposal, kemudian setelah lebaran, diumumkan bahwa tim kita lolos seleksi, lalu pada 13 Juni merancang konsep pembuatan video dan kita take video di Desa Cihaurgeulis. Kami juga langsung menyusun prototipe berupa poster, brosur, dan infografis kemudian melakukan latihan bersama pembimbing,” jelas Allya Najla salah satu peserta lomba PKM-PM selama proses persiapan.

Segala persiapan juga dilakukan dengan maksimal oleh para peserta cabang lomba yang lainnya, salah satunya yang dilakukan oleh Zakiyatul Mawaddah mahasiswi kelas 2C Prodi Pekerjaan Sosial yang menjadi perwakilan lomba pidato. Sebelum terpilih menjadi perwakilan dari Poltekesos, Zakiyatul harus melewati proses seleksi antarmahasiswa oleh panitia kampus.

“Persiapan dimulai dari membuat materi, menghafal, dan memaknai isi dari pidato itu. Salah satu bentuk dukungan dari pihak BEM dan lembaga, yakni dengan menyediakan pelatih pidato. Jadi, kita ada latihan rutin di WhatsApp atau Zoom,” pungkas Zakiyatul dalam wawancaranya.

Selama proses persiapan, pasti tidak terlepas dari kendala dan hambatan yang mungkin terjadi. Namun, terlepas dari segala kendala yang ada, cabang lomba debat bahasa Inggris telah membuktikan kebolehannya dalam ajang PIPTK 2022. “Mulai dari persiapan, kita ya latihan, latihan, harus konsisten, ada tujuan dan parameternya di setiap latihan. Tidak lupa juga selalu berdoa dan juga minta doa restu dari kedua orang tua,” ungkap Nabila peserta lomba debat bahasa Inggris.

Seluruh peserta lomba dari kontingen Poltekesos telah membuktikan dan berusaha dengan sebaik-baiknya. Mereka yang belum berhasil membawa medali bukan berarti mereka gagal, tetapi justru menjadi pembelajaran agar bisa ditingkatkan lebih baik lagi ke depannya. Segala pencapaian yang telah diperoleh harus patut dibanggakan oleh seluruh civitas akademika Poltekesos.

“Aku berharap dengan adanya hasil ini, lembaga bisa lebih memperhatikan, melihat, dan memiliki kesadaran bahwa sebenarnya banyak mahasiswa Poltekesos yang memiliki bibit-bibit yang bagus dan unggul. Setidaknya, ketika sudah tau bibit itu ada pada mahasiswa, ya didukung dan difasilitasi supaya bisa dilatih dan nantinya bisa membawa nama baik Poltekesos juga,” harap Nabila kepada lembaga untuk peningkatan mahasiswa yang memiliki potensi.

Selain itu, dengan adanya hasil medali yang diperoleh oleh kontingen Poltekesos juga menjadi bukti bahwa mahasiswa juga bisa berkarya dan berprestasi dalam ajang lomba ilmiah. “Semoga mahasiswa menjadi tergerak melihat bahwa ternyata kita bisa lho berprestasi di bidang ilmiah, jadi ada keinginan untuk ikut lomba, meskipun itu bukan PIPTK. Sehingga kompetisi antarmahasiswa dalam mengikuti lomba ilmiah itu ada dan bisa diikuti dengan antusias. Intinya dari pihak lembaga dan mahasiswa harus saling bekerja sama,” tambah Nabila.

Apa pun hasil yang telah diperoleh, selamat kepada kontingen Poltekesos yang telah membawa nama baik kampus pada ajang PIPTK 2022. Semoga pada kesempatan lain, mahasiswa Poltekesos bisa semakin antusias untuk mengikuti berbagai perlombaan, baik ilmiah maupun nonilmiah dan turut berbangga dengan perjuangan yang telah dilakukan oleh perwakilan mahasiswanya.

 

Reporter          : Annisya

Editor              : Fitri