Poltekesos, Journal367 – Kegiatan praktikum komunitas mahasiswa Prodi Peksos angkatan 2019 terpaksa ditunda dan rencananya sejumlah praktikan yang mengalami trauma kondisi psikologis maupun fisik akan dipulangkan pasca bencana gempa bumi yang mengguncang Cianjur, Jawa Barat, pada Senin (21/11).

Gempa Cianjur dengan kekuatan 5,6 M yang terjadi tepatnya pukul 13.21 WIB memakan korban lebih dari 160 jiwa dan diperparah dengan 25 kali gempa susulan.

“Saat itu lagi kegiatan biasa, kita ada lima orang satu kelompok, ada yang di kamar, ada yang di rumah tengah, terus tiba-tiba gempa besar, besar sekali guncangannya,” jelas Nisrina salah satu praktikan saat ditanya mengenai kronologi kejadian pasca gempa bumi.

Terjadi beberapa kerusakan di sejumlah bangunan rumah warga, infrastruktur, gedung perkantoran, fasilitas kesehatan, bangunan sekolah, masjid, serta tak terkecuali mengakibatkan kerusakan di beberapa hunian (kontrakan) para praktikan bahkan dari sejumlah informasi ada beberapa praktikan yang mengalami luka-luka.

“Terutama di Desa Cikancana, ada satu dusun hampir rata, dan saya ada di Desa itu tapi dusun yang berbeda,” tambahnya

Selain itu, beberapa hunian para praktikan yang mengalami kerusakan juga terjadi di beberapa desa lainnya, seperti Desa Ciputri, Desa Peteucondong, Kp. Longkewang Gasol, Bojongherang, Mangunkerta, Mekarjaya, Sarampad, Gintung dan Bojong yang sebagian besar mengalami keretakan, akses jalan hancur, bahkan roboh.

Pasca kejadian, sejumlah praktikan yang terkena langsung dampak bencana gempa bumi dialihkan untuk mengungsi ke lokasi pengungsian terdekat.

“Karena ada 49 kelompok yang ada di Cianjur ini, jadi kami praktikan tersebar di 49 desa, jadi beda-beda lokasi pengungsiannya,” jelasnya.

Hal tersebut mendapat perhatian dari lembaga Poltekesos Bandung untuk cepat tanggap mengambil tindakan terhadap keselamatan para praktikan dengan mendatangi sejumlah lokasi kejadian.

“Pihak kampus sudah sampai, rencana praktikan akan dipulangkan, tapi surat resminya belum keluar,  dan sudah ada beberapa praktikan yang pulang ke Bandung,” tutur Nisrina.

 

Di sisi lain, pihak lembaga menghimbau bagi praktikan yang tidak terdampak secara langsung, dan masih mampu bertahan di lokasi praktikum untuk dapat membantu korban bencana dengan melakukan layanan dukungan psikososial sambil melanjutkan kegiatan praktikum.

Saat ini, sejumlah praktikan yang berada di lokasi yang tidak terkena dampak bencana, silih berganti membantu proses evakuasi para korban dan penyaluran bantuan bersama Dinas Sosial Kabupaten Cianjur sampai kondisi benar-benar kondusif.

Diharapkan tidak terjadi lagi gempa susulan, dan para praktikan dapat kembali melanjutkan praktikum dengan kondisi yang lebih aman.

 

Reporter : Rahmawati Rukman Putri

Editor: Ellya Dwi Indriani