Bandung, Journal367 —  Sekitar 2.000 jiwa Warga Dago Elos terancam digusur oleh gugatan Keluarga Muller bersama PT. Dago Inti Graha. Keberadaan Permasalahan sengketa tanah ini menimbulkan perlawanan dari Warga Dago Elos sebagai bentuk aksi unjuk rasa dalam mendesak aparat kepolisian untuk menindaklanjuti laporan mengenai dugaan tindakan perbuatan kecurangan yang dilakukan oleh Keluarga Muller (14/08/2023).

Pelaporan gugatan yang dilakukan oleh Keluarga Muller untuk mengklaim tanah Dago Elos ini bukan upaya pertama kalinya. Permasalahan sengketa tanah tersebut bermula pada tahun 2016 dan sudah melalui peninjauan kembali pada tahun 2022. Putusan Mahkamah Agung menyatakan bahwa Keluarga Muller memiliki hak atas kepemilikan tanah dan menyerahkan tanah kepada PT. Dago Inti Graha.

Setelah unjuk rasa yang telah dilakukan oleh Warga Dago Elos, keesokan harinya pada Selasa (15/08/2023), warga mengadakan Pers Konferensi untuk menjelaskan terkait dengan kronologis kejadian demonstrasi yang sudah dilakukan pada hari Senin malam (14/08/2023).

Warga Dago Elos menduga terdapat pemalsuan dokumen penetapan ahli waris dan merasa hal tersebut merupakan suatu tindakan kriminalitas yang dapat merampas kepemilikan tanah rakyat untuk tujuan kapitalistik. Karena alasan tersebut, warga hendak mengadukan perbuatan kecurangan yang dilakukan oleh Keluarga Muller ke Polrestabes.

Akan tetapi, laporan yang diajukan oleh warga ditolak oleh Kasat Reskrim dengan alasan yang berhak melapor adalah warga yang memiliki sertifikat tanah. Kecewa akan hal tersebut, warga berkoordinasi untuk menuntut agar laporan yang diajukan dapat diterima oleh Polrestabes dengan cara memblokade akses Jalan Dago Elos.

Tidak berselang lama, aparat kepolisian tiba di lokasi untuk bernegosiasi dengan warga dan mengamankan tempat kejadian. Ketika warga sedang bernegosiasi dengan aparat kepolisian, terjadilah penembakan gas air mata yang dilontarkan kepada sejumlah kerumunan warga. Hal tersebut membuat situasi di tempat kejadian pun menjadi keos. Selanjutnya polisi menerobos masuk ke dalam pemukiman warga untuk melakukan penyisiran dan penangkapan sejumlah warga yang melakukan aksi.

 

Reporter : Denda Hilmansyah